Tuesday, June 4, 2013

To Be Real - Mini Story

" dengan equipmu yang tidak cukup memadai , apakah kau bisa melawanku? " 

begitu kata sebuah avatar dalam game yang sedang ku mainkan yang menegaskan ada seseorang yang sedang memainkan avatar tersebut. dari kalimat yang ia ucapkan , aku mengerti dengan keadaan ku sekarang. mungkin aku akan game over sebentar lagi. ya game over , dimana tidak satu orangpun gamer di dunia ini ingin game over. 
" di dunia ini tidak ada tuhan, jadi apakah kamu masih ingin mencobanya? " 
ucapnya sambil mencabut pedang dari sarungnya, begitu juga denganku , menarik pedang yang ada di pungung ku. menodongkan ke arah wajahnya, kemudian mengambil kuda kuda untuk menyerang. 
" ya , ayo kita mulai " 
salah satu dari futur gam MMO adalah PVP dimana para player bertarung satu sama lain untuk menguji kekuatan.
kekuatan? , aku sudah mempersiapkan kekuatan itu sejak 6 bulan yang lalu, dimana aku mulai memainkan game ini. dan sekarang aku hampir berada di finishing game ini , tapi kemungkinan terburuk adalah game over.
tapi aku tidak mau mendapat hasil game over. telah berhari hari aku memainkan game ini. mempersedikit waktuku di dunia nyata. karna di dunianyata aku bukanlah apa apa. 
kekuatan ? , hal macam itu mungkin adalah sesuatu yang tidak ada di diriku yang nyata.

sudah dimulai, tebasan pedang kesatria , atau pecundang. saat pertandingan ini dimulai darahku mengalir dengan kencang, jantungku berdegub kencang, tak sadar bahwa itu adalah bagian dari diriku yang nyata di dunia game ini.
pedang dari lawanku telah di ayunkan , dari ayunan pedang itu timbul cahaya berbentuk 'X' , itu adalah skill pedangnya. aku mencoba menghindarinya , yang ku tau skill itu hanya bergerah lurus dan cepat, dengan katalain aku mampu menghindari serangan itu dengan kecepatan AGI yang ku miliki, menembus kedepan berada tepat di depan mataku adalah armor dari avatar ini, ini adalah celah yang tepat untukku menebas armornya. tapi shield ( tameng) darinya membenturku di sebelah kanan dan melemparkanku ke kiri area duel.
aku menahan kaki ku agar tetap berdiri dan kembali meluncur kedekatnya aga aku bisa menyerangnya lagi dan lagi lagi aku gagal dan terlempar. 
" turn over , sekarang giliranku untuk menyerang " 
peringatan itu memang akan terjadi, karna itu adalah rule dari game ini. avatar itu mengambil kuda kuda, yang scara reflek dibaca oleh sistem itu adalah skill , siap menyerangku dan " baam " skill itu meledak membuat avatarnya meluncur. aku membayangkan skill itu akan mengakhiri duel ini tapi. aku menghindar. dengan reflek.
setelah hindaran ini aku tau akan makin banyak skill skill yang ia keluarkan sampai tubuh virtual ini habis.
dan kemudian " GAME OVER "
" avatar PhantomX dari guild Sanctuary memenangkan duel ini " tertulis di merahnya langit langit senja dunia virtual, membuat aku kembali ke dunianyata terdiam beberapa saat menyesali kesalahan yang ku buat .
" Rian.. cepat turun kita makan malam " mataku mengarah ke jam digital yang tertempel di dinding, 'Denpasar 4 juni 2035' 5 hari setelah meninggalnya kakak ku karena sebuah kecelakaan lalulintas,
aku menuju ruang makan dan melihat ibuku yang sudah berkumpul dengan adik adik ku , juga ayahku dan ada juga pembantuku sembari menyiapkan makanan.
" kamu itu main game saja  , sini makan bareng " ujar ibuku
" nak.. kamu harus rajin belajar, jangan cuma main game, kamu jadinya lemah seperti kakakmu " ujar ayahku

aku merasa sudah biasa dengan ocehan kedua orang tuaku, tapi mereka menyinggung kakakku , itulah yang membuatku berpikir semakin lemah , 
mungkin itulah yang mendorongku ke dunia Virtual Game, 
di game lah aku bisa tertawa bertemu dengan berbagaimacam jenis avatar sementara di dunianyata akuhanya anak bocah kls 2 SMA home schooling , di gamelah aku bisa senang saling berbagi sementara di dunianyata? temanku berasal dari game, di gamelah aku bisa mendapat kekuatan yang tidak ku dapatkan di dunianyata. karna gamelah pemikiran ku berubah.
aku bisa bertarung, aku bisa memperkuat mentalku.
tapi dunianyata memang harus aku prioritaskan

mulai saat ini atau besok atau kapan saja, gamer sepertiku harus kembali kedunianyata
tapi dunianyata telah berubah

cerobong besar dan mengeluarkan asap tebal , semua gedung dengan ratusan lantai mengganggu pemandanganku.

ini adalah zaman " Virtual-Reality  "